Sandalwood Pony: Sang Pelari Cepat dari Sumbawa

Sandalwood Pony: Sang Pelari Cepat dari Sumbawa

sandalwood pony
Foto: Indonesia Kaya
Table of Contents

Bagi masyarakat Nusantara, kuda bukan sekadar hewan biasa, bahkan sebagian masyarakat menganggap kuda sebagai hewan yang suci. Hewan yang terkenal dengan kekuatan dan tenaganya ini mampu menopang berbagai kegiatan manusia, mulai dari alat transportasi hingga membajak sawah. Kuda juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sebagai hiburan, menghadirkan kemeriahan yang menarik wisatawan untuk datang.

Tradisi adu kuda sebagai sarana hiburan profan berkembang di berbagai daerah di Nusantara, seperti Jawa, Madura, dan Sumbawa. Kuda-kuda tersebut diadu kecepatan dan dijadikan tontonan yang seru dan meriah. Di Sumbawa, pacuan kuda dikenal dengan nama ‘main jaran’, yang sejalan dengan istilah ‘jaran’ di Jawa yang juga berarti kuda. Sebagai tontonan, main jaran yang dilakukan masyarakat Sumbawa memerlukan sirkuit yang mereka sebut ‘kerato’, dilengkapi dengan bangku penonton. Berdasarkan informasi dari Indonesia Kaya, kuda yang digunakan dalam tradisi main jaran adalah kuda jenis Sandalwood Pony atau yang biasa disebut kuda poni.

Asal-usul dan Ciri Fisik Sandalwood Pony

Kuda jenis ini konon merupakan persilangan antara kuda ras Arab dengan kuda poni lokal. Sandalwood merupakan nama lain dari cendana, salah satu komoditas ekspor terbesar dari Nusa Tenggara Barat. Sandalwood Pony memiliki ciri fisik yang berbeda jika dibandingkan dengan kuda jenis Eropa dan Amerika. Kuda ini memiliki tubuh yang lebih pendek, sekitar 130-145 cm. Walau bertubuh pendek, kuda poni asal Sumbawa ini memiliki leher yang besar, kencang berlari, dan memiliki kekuatan yang cocok sebagai kuda pacuan.

Pelaksanaan dan Perkembangan Main Jaran

Tradisi main jaran dilakukan sebulan sekali. Berbeda dengan tradisi pacu kuda di daerah lain, kuda-kuda pacuan di sini dikendalikan oleh anak-anak berusia sekitar 10-12 tahun. Satu pertandingan main jaran menampilkan empat orang anak yang siap beradu kencang dengan kudanya, kemudian pemenang diadu lagi dengan pemenang yang lain hingga menyisakan satu orang pemenang.

Seiring perkembangannya, tradisi main jaran kini tidak hanya menjadi aktivitas hiburan semata, namun telah menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional. Main jaran merupakan representasi masyarakat Nusantara dalam memperlakukan kuda sebagai hewan yang erat kaitannya dengan aktivitas keseharian manusia.

Penutup

Sandalwood Pony merupakan kuda poni yang digunakan dalam tradisi main jaran di Sumbawa. Keberadaannya tidak terlepas dari tradisi adu kuda yang berkembang di masyarakat Sumbawa dan dalam perkembangannya menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional.

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar ekonomi, kesehatan, nasional, olahraga, otomotif, religi, pariwisata, pendidikan, politik, seni budaya, dan teknologi hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 22 August 2026, 09:00

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

Ayo Menelusuri