Jakarta – Chairman International Creatives Exchange (ICE), Atta Ul Karim, resmi meluncurkan program sosial bertajuk Bakti Merah Putih (BMP) di RPTRA Taman Gajah, Kelurahan Cipete Selatan, pada Rabu (18/02/2026). Program ini mengusung slogan “Mengabdi dengan Hati, Berbagi dengan Nurani.”
Peluncuran perdana Bakti Merah Putih diwujudkan melalui kegiatan terapi gratis bagi masyarakat lansia yang mewakili seluruh RT dan RW di Kelurahan Cipete Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu dari delapan program ICE yang berfokus pada kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Atta Ul Karim menjelaskan bahwa Bakti Merah Putih menjadi wadah resmi ICE. Wadah ini akan digunakan untuk menjalankan berbagai aksi sosial ke depan.
“Jadi ICE dengan ini meluncurkan satu dari delapan programnya, yaitu Bakti Merah Putih yang berfokus pada kegiatan sosial,” ujarnya.
Atta juga mengungkapkan bahwa ke depan program ini akan dibentuk dalam format yayasan agar dapat mengajak lebih banyak pihak bergabung dalam gerakan kebaikan tersebut.
Terapi Lebih Diminati Warga
Pemilihan terapi gratis sebagai kegiatan perdana bukan tanpa alasan. Berdasarkan survei internal tim ICE, terapi menjadi layanan yang paling diminati warga dibandingkan pengobatan umum gratis. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Kuota peserta yang disediakan langsung penuh dalam satu hari setelah pengumuman, bahkan jumlah warga yang hadir pada hari pelaksanaan melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. Meski demikian, panitia tetap berupaya melayani seluruh warga yang datang.
Gerakan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Atta menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Cipete Selatan memiliki alasan pribadi dan filosofis.
“Saya ingat kata nenek saya, kebaikan itu harus dimulai dari yang terdekat dahulu,” ungkapnya.
Secara administratif, kantor ICE memang berada di Jalan Fatmawati, Kelurahan Cipete Selatan, sehingga ia ingin memulai gerakan ini dari lingkungan terdekat sebelum menjangkau wilayah lain. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni bersifat sosial dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik apa pun.
“Ada yang menduga saya ingin nyaleg, percayalah niat itu tidak ada. Saya hanya ingin berterima kasih untuk Indonesia yang sudah membuat saya seperti ini,” ujar Atta yang dikenal sebagai “Sultan Karpet”.
Dukungan Pemerintah dan Antusias Warga terhadap Gerakan Bakti Merah Putih
Lurah Cipete Selatan, Supriono, menyambut baik kegiatan ini dan menilai manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Terima kasih untuk Bakti Merah Putih dan Bang Atta Ul Karim. Melihat antusias warga, saya rasa kegiatan ini perlu diadakan rutin minimal dua bulan sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bakti Merah Putih, Rifai Akif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana. Acara ini juga menjadi penanda resmi dimulainya gerakan sosial tersebut.
“Kuota peserta langsung penuh hanya dalam satu hari. Bahkan saat pelaksanaan jumlah yang datang lebih banyak dari kuota, namun tetap kami layani,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan acara ini akan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
Testimoni Peserta Gerakan Bakti Merah Putih
Salah satu peserta lansia, Siti Zulaiha (74), mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Tangan saya kaku, kaki juga sakit kalau ditekuk. Alhamdulillah setelah terapi langsung terasa lebih enak. Pas sekali untuk persiapan salat tarawih nanti malam,” ujarnya.
Penutup
Gerakan bakti merah putih menunjukkan bahwa aksi sosial sederhana dapat membawa manfaat nyata bagi lansia dan lingkungan sekitar. Terapi gratis yang diberikan membuat para lansia merasa lebih sehat dan nyaman, sekaligus menginspirasi warga untuk peduli dan berbagi kebaikan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar program sosial, kesehatan, inovasi, kegiatan masyarakat, lifestyle, pendidikan, lingkungan, tips kesehatan, dan inspirasi di PakistanIndonesia.com.