Layanan transportasi massal BisKita Transpakuan di Kota Bogor kembali berhenti beroperasi pada awal 2026. Padahal, layanan ini baru saja diaktifkan kembali pada Oktober 2025 setelah sebelumnya sempat berhenti cukup lama.
Penghentian mendadak tersebut memicu kebingungan warga, khususnya penumpang setia yang mengandalkan BisKita untuk aktivitas harian. Minimnya informasi di awal membuat masyarakat mempertanyakan keberlanjutan transportasi publik di Kota Bogor.
BisKita Bogor Stop Operasi Sejak 1 Januari 2026
Penghentian operasional BisKita Bogor Stop Operasi resmi terjadi sejak 1 Januari 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menjelaskan bahwa operasional dihentikan karena kontrak kerja sama dengan operator telah berakhir pada 31 Desember 2025 dan belum diperpanjang.
Menurut Dishub, kontrak pengoperasian BisKita bersifat tahunan. Ketika kontrak berakhir dan proses pengadaan baru belum rampung, maka layanan tidak dapat dilanjutkan sementara waktu.
Kontrak Berakhir, Operasional Tak Bisa Dilanjutkan
Kepala Dishub Kota Bogor menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran teknis dalam penghentian ini. Seluruh proses dilakukan sesuai aturan karena masa kontrak pengoperasian BisKita telah selesai. Hal ini juga ditegaskan dalam pernyataan resmi Dishub yang menyebut operasional harus dihentikan sejak awal tahun.
Pemerintah Kota Bogor saat ini masih menyelesaikan proses administrasi dan pengadaan agar layanan BisKita dapat kembali beroperasi. Namun, belum ada kepastian tanggal pasti kapan bus kembali mengaspal.
Baru Aktif Oktober 2025, Kini Kembali Terhenti
Sebelumnya, BisKita Transpakuan sempat kembali beroperasi pada Oktober 2025. Pengaktifan kembali ini dilakukan untuk melayani beberapa koridor utama di Kota Bogor dengan dukungan anggaran APBD sekitar Rp13 miliar.
Namun, usia operasional tersebut terbilang singkat. Baru berjalan sekitar tiga bulan, layanan kembali dihentikan sehingga memunculkan kritik terkait perencanaan jangka panjang transportasi publik di daerah.
Dampak Langsung bagi Warga Bogor
Penghentian layanan BisKita berdampak langsung pada mobilitas masyarakat. Sejumlah warga mengaku terpaksa kembali menggunakan angkutan kota (angkot) atau kendaraan pribadi karena tidak adanya alternatif transportasi massal yang setara.
Kondisi ini juga dinilai berpotensi meningkatkan kemacetan dan biaya transportasi harian warga, terutama bagi pekerja dan pelajar.
Pemkot Bogor Pastikan Tidak Berlangsung Lama
Pemerintah Kota Bogor memastikan bahwa penghentian operasional BisKita tidak akan berlangsung lama. Pemkot menyebut proses pengadaan kontrak baru sedang dipercepat agar layanan bisa kembali berjalan dalam waktu dekat.
Meski demikian, pemerintah mengakui perlunya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap pergantian tahun anggaran.
Kasus BisKita Bogor Stop Operasi kembali menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan transportasi publik di daerah. Keberlanjutan layanan menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah agar masyarakat tidak dirugikan.
Ikuti perkembangan terbaru seputar kebijakan transportasi, layanan publik, dan isu strategis lainnya hanya di PakistanIndonesia.com. Temukan berita terpercaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari Anda.




