Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob BMKG yang berpeluang terjadi di 18 wilayah pesisir Indonesia selama periode 9-22 Juli 2026. Potensi tersebut dipicu oleh fenomena astronomi berupa Bulan perigee dan Bulan baru (New Moon) yang diperkirakan meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi resmi mengenai kondisi pasang surut laut (BMKG, sebagaimana dikutip oleh ANTARA News, 2026).
Fenomena ini diperkirakan dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Dampaknya meliputi aktivitas pelabuhan, bongkar muat, tambak garam dan perikanan, hingga permukiman yang berada di dataran rendah dekat garis pantai. Oleh karena itu, BMKG meminta pemerintah daerah, pelaku usaha maritim, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama periode peringatan berlangsung (ANTARA News, 2026).
Fenomena Perigee dan Bulan Baru Tingkatkan Pasang Air Laut
BMKG menjelaskan bahwa perigee merupakan kondisi ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Sementara itu, Bulan baru (New Moon) terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada hampir segaris. Kombinasi kedua fenomena tersebut mampu memperkuat gaya gravitasi yang bekerja terhadap massa air laut sehingga pasang maksimum menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi normal (DetikEdu, 2026).
Pelaksana Tugas Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menyampaikan bahwa fenomena Super New Moon yang terjadi pada 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum. Berdasarkan hasil pemantauan pasang surut serta analisis meteorologi maritim, kondisi tersebut dapat memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia dengan waktu kejadian yang berbeda-beda (ANTARA News, 2026).
Dampak Potensi Banjir Rob
BMKG menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pesisir, antara lain:
- Aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
- Operasional transportasi laut.
- Kegiatan nelayan dan budidaya perikanan.
- Aktivitas tambak garam serta tambak ikan.
- Permukiman yang berada di kawasan pesisir rendah.
- Infrastruktur jalan yang berada di dekat garis pantai.
BMKG Sebut 18 Wilayah Berpotensi Mengalami Banjir Rob
Berdasarkan analisis BMKG, potensi banjir rob tersebar di berbagai wilayah pesisir mulai dari Pulau Sumatra hingga Maluku. Setiap daerah memiliki periode potensi kejadian yang berbeda sesuai karakteristik pasang surut laut di masing-masing wilayah (BMKG, sebagaimana dikutip oleh ANTARA News, 2026).
Sebanyak 18 wilayah pesisir yang masuk dalam peringatan dini BMKG meliputi:
- Aceh.
- Sumatera Utara.
- Kepulauan Riau.
- Sumatera Barat.
- Jambi.
- Kepulauan Bangka Belitung.
- Banten.
- DKI Jakarta.
- Jawa Barat.
- Jawa Tengah.
- Jawa Timur.
- Bali.
- Nusa Tenggara Barat.
- Kalimantan Utara.
- Kalimantan Barat.
- Kalimantan Tengah.
- Sulawesi Utara.
- Maluku.
Periode Potensi Banjir Rob Berbeda di Setiap Wilayah
BMKG menjelaskan bahwa potensi banjir rob tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah pesisir. Perbedaan waktu dipengaruhi oleh karakteristik pasang surut laut, kondisi geografis, serta dinamika oseanografi di masing-masing daerah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal peringatan dini yang diterbitkan BMKG sesuai wilayah tempat tinggal (BMKG, 2026; ANTARA News, 2026).
Beberapa wilayah memiliki durasi potensi banjir rob yang relatif lebih panjang. Di Provinsi Maluku, misalnya, kawasan pesisir Kepulauan Aru diperkirakan berpotensi mengalami banjir rob pada 8–21 Juli 2026, sedangkan wilayah Seram Bagian Timur diperkirakan berlangsung hingga 22 Juli 2026. Sementara itu, sejumlah wilayah di Pulau Jawa diprediksi mengalami puncak pasang laut pada pertengahan Juli 2026.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca, kecepatan angin, dan tinggi gelombang dapat memengaruhi tingkat genangan di kawasan pesisir. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak hanya berpatokan pada jadwal pasang surut, tetapi juga memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini yang diterbitkan secara berkala.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat Pesisir
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung. Langkah mitigasi dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian maupun gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah yang disarankan BMKG meliputi:
- Memantau informasi cuaca dan pasang surut melalui kanal resmi BMKG.
- Menghindari aktivitas di kawasan pesisir ketika pasang maksimum diperkirakan terjadi.
- Mengamankan kendaraan, peralatan, dan barang berharga dari lokasi yang rawan tergenang.
- Nelayan dan operator kapal diimbau menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kondisi cuaca serta pasang surut laut.
- Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak.
Fenomena Astronomi Bukan Penyebab Tunggal Banjir Rob
BMKG menegaskan bahwa fenomena Bulan perigee dan Bulan baru merupakan faktor yang dapat meningkatkan tinggi muka air laut. Namun, tingkat keparahan banjir rob juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kondisi cuaca, arah angin, gelombang laut, topografi pesisir, serta penurunan muka tanah di sejumlah wilayah. Karena itu, dampak yang terjadi dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Masyarakat di kawasan pesisir diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG. Kesiapsiagaan sejak dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko terhadap aktivitas pelabuhan, transportasi laut, permukiman, hingga sektor perikanan dan tambak yang berpotensi terdampak selama periode pasang maksimum.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, memantau informasi resmi BMKG secara berkala merupakan langkah terbaik untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut. Informasi terkini mengenai pasang surut, cuaca maritim, dan peringatan dini dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih aman selama periode potensi banjir rob.
Jangan lewatkan informasi terkini seputar cuaca, kebencanaan, dan peristiwa nasional lainnya hanya di PakistanIndonesia.com.
Referensi