Bulog Rencanakan Bangun Gudang 2-3 Ha di Kampung Haji Arab Saudi

bulog
Foto: Antara News
Table of Contents

Perum Bulog merencanakan pembangunan gudang seluas sekitar 2-3 hektare (ha) di Arab Saudi untuk memperkuat rantai pasok pangan Indonesia bagi kebutuhan haji, umrah, dan pasar komersial setempat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog untuk memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok pangan internasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan perusahaannya telah melakukan survei lokasi di kawasan Kampung Haji. Perusahaan juga memperoleh dukungan awal terkait penyediaan lahan, sebagaimana diberitakan Antara News.

“Kami sudah survei dan disiapkan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare di kawasan Kampung Haji,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.

Gudang Bulog dengan Kapasitas 1.000 Ton per Unit

Ahmad menyebut gudang tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal minimal 1.000 ton per unit dan dapat dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan distribusi. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kelancaran penyimpanan dan distribusi komoditas pangan, terutama bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Lokasi gudang berada di kawasan berikat sehingga komoditas yang masuk tidak dikenakan pajak hingga titik distribusi tertentu di wilayah tersebut.

“Di tanah Kampung Haji itu nanti menjadi kawasan berikat,” ujar dia.

Target Pembangunan dan Efisiensi Logistik

Bulog menargetkan realisasi pembangunan gudang dapat dilakukan secepatnya. Saat ini, proses di lapangan masih menunggu tahap persiapan lahan atau land clearing.

“Untuk target, lebih cepat lebih bagus, as soon as possible,” kata Ahmad.

Keberadaan gudang di Arab Saudi diproyeksikan meningkatkan efisiensi logistik, menjaga mutu beras selama penyimpanan, serta memastikan kesinambungan pasokan bagi jemaah Indonesia dan pasar ritel di negara tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memberikan layanan logistik yang optimal untuk masyarakat Indonesia di luar negeri.

Strategi Jangka Menengah Bulog

Rencana pembangunan gudang ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog dalam memperluas peran Indonesia pada rantai pasok pangan internasional. Dengan infrastruktur baru, perusahaan dapat lebih leluasa mengekspor komoditas pangan serta menjaga kualitas produk selama proses distribusi.

Selain itu, gudang di Kampung Haji juga diharapkan menjadi pusat penyimpanan strategis yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, sehingga Bulog dapat menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar, termasuk kebutuhan haji dan umrah.

Ekspor Perdana Beras ke Arab Saudi

Sebagai bagian dari implementasi strategi ini, Bulog akan mengekspor beras untuk keperluan haji Indonesia sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi dalam dua gelombang, yakni pada 28 Februari dan 4 Maret 2026. Ekspor ini menjadi ekspor perdana beras nasional untuk kebutuhan jemaah haji, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan internasional.

Penutup

Pembangunan gudang Bulog di Kampung Haji Arab Saudi menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan bagi warganya di luar negeri. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi distribusi logistik, kualitas beras, dan kesinambungan pasokan bagi jemaah haji serta pasar ritel di Arab Saudi.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekspor beras, logistik pangan, haji, ketahanan pangan, pembangunan gudang, strategi rantai pasok, dan kebutuhan haji di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 23 February 2026, 16:47

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri