Pemerintah Indonesia terus memperluas jangkauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini. Salah satu fokus utama program ini adalah pelaksanaan skrining kesehatan sekolah yang menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Melalui skrining kesehatan sekolah, pemerintah berupaya mendeteksi lebih awal berbagai masalah kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Deteksi dini ini dinilai penting untuk mencegah gangguan kesehatan yang dapat berdampak pada proses belajar, perkembangan fisik, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Skrining Kesehatan Sekolah Digelar Secara Nasional
Program skrining kesehatan sekolah melalui CKG telah dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hingga akhir Januari 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren di berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan skrining dilakukan secara bertahap dengan dukungan puskesmas, dinas kesehatan daerah, serta tenaga medis setempat. Pemeriksaan difokuskan pada kelompok usia sekolah dan remaja karena fase ini dianggap krusial dalam menentukan kondisi kesehatan jangka panjang seseorang.
Jutaan Pelajar Ikut Program CKG
Hingga awal 2026, sekitar 25 juta pelajar telah mengikuti skrining kesehatan sekolah melalui program CKG. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya skala intervensi kesehatan berbasis sekolah yang sedang dijalankan pemerintah.
Hasil sementara skrining menunjukkan masih ditemukannya berbagai masalah kesehatan pada anak usia sekolah, seperti gangguan kesehatan gigi dan mulut, masalah penglihatan, hingga indikasi tekanan darah yang tidak normal. Temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah.
Jenis Pemeriksaan dalam Skrining Kesehatan Sekolah
Dalam pelaksanaan skrining kesehatan sekolah, peserta didik menjalani pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan status gizi, pengecekan tekanan darah, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, siswa juga menjalani pemeriksaan penglihatan dan pendengaran guna mendeteksi gangguan yang berpotensi menghambat proses belajar. Pemerintah juga mulai memperluas jenis pemeriksaan tertentu dalam program CKG sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit sejak dini.
Peran Sekolah dalam Mendukung Program
Sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan skrining kesehatan sekolah. Pihak sekolah berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendataan siswa hingga pengaturan jadwal pemeriksaan bersama tenaga kesehatan.
Guru dan tenaga pendidik juga dilibatkan untuk mendampingi siswa selama proses skrining berlangsung. Pendampingan ini penting agar siswa merasa aman dan memahami bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan upaya perlindungan, bukan sekadar kewajiban administratif.
Peran Orang Tua dan Tindak Lanjut
Selain sekolah, peran orang tua menjadi faktor penting dalam keberlanjutan hasil skrining kesehatan sekolah. Orang tua diharapkan memperhatikan hasil pemeriksaan yang diterima anak dan segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan tertentu.
Dengan keterlibatan keluarga, rekomendasi tenaga medis dapat diterapkan secara lebih konsisten di rumah, baik melalui perbaikan pola makan, kebiasaan hidup sehat, maupun konsultasi lanjutan ke fasilitas kesehatan.
Tantangan Pelaksanaan dan Evaluasi Program
Meski telah menjangkau ratusan ribu sekolah, pelaksanaan skrining kesehatan sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan tenaga kesehatan, perbedaan fasilitas antar daerah, serta kondisi geografis menjadi kendala yang perlu diatasi secara bertahap.
Pemerintah menegaskan bahwa program CKG merupakan investasi jangka panjang di sektor kesehatan. Evaluasi dan penyempurnaan program akan terus dilakukan agar manfaat skrining dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar di Indonesia.
Program skrining kesehatan sekolah melalui CKG Indonesia menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi kesehatan generasi muda. Deteksi dini yang dilakukan secara masif di lingkungan sekolah diharapkan mampu menekan risiko penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pelajar.
Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kebijakan kesehatan dan pendidikan nasional, pembaca dapat terus mengikuti berita dan laporan mendalam lainnya hanya di PakistanIndonesia.com.




