Indonesia dan Swiss Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Mineral dan Logam

hilirisasi mineral dan logam
Foto: Antara News
Table of Contents

Pemerintah Indonesia dan Swiss menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Hilirisasi Mineral dan Logam, di sela-sela Industry Day 2026 yang diselenggarakan di Kota Basel, seperti diberitakan Antara News.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya mendapat kehormatan untuk membubuhkan inisial pada dokumen MoU. Ia melakukannya bersama dengan State Secretary SECO Swiss Duta Besar Andrea Rauber Saxer. Kerja sama ini, menurut Dubes Ngurah semakin memperkuat hubungan Indonesia-Swiss menuju kemitraan yang lebih strategis.

Komitmen Indonesia dalam Kerja Sama

“Indonesia dan Swiss memiliki kesamaan karakter di mana kedua negara, sesuai prinsip politik luar negeri masing-masing, adalah negara yang dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan semua negara, serta memegang teguh prinsip dan nilai yang sama, seperti multilateralisme dan hukum internasional,” kata dia.

Di samping itu, ia mengemukakan bahwa kedua negara juga memiliki landasan kerja sama yang kuat. Kedua negara terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan.

“Indonesia menjadi mitra potensial Swiss dalam memperkuat rantai pasok industri, sementara investasi Swiss akan dapat memperkuat ekosistem industri Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sebagai salah satu negara industri unggul,” ujar Dubes Ngurah.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret kunjungan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Guy Parmelin dan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta pada Oktober 2025. Kerja sama ini pertama kalinya dilakukan oleh Swiss dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing yang saling melengkapi, khususnya terkait program hilirisasi Indonesia.

Pandangan Swiss dan Penguatan Kerja Sama

“Dampak dinamika geopolitik mengharuskan Swiss melakukan diversifikasi, khususnya untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri, dengan meningkatkan kerja sama dengan mitra non tradisional, khususnya Indonesia dalam kerangka ASEAN,” ujar Menteri Parmelin.

Presiden SwissMEM, Martin Hirzel, selaku penyelenggara Industry Day, juga menegaskan bahwa kekuatan hubungan Swiss dan Indonesia bukan berdasarkan saling kompetisi. Ia menambahkan bahwa hubungan tersebut justru bersifat saling melengkapi.

Hubungan Indonesia-Swiss yang telah terjalin selama 75 tahun juga diperkuat melalui berbagai perjanjian internasional. Di antaranya Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-EFTA, Bilateral Investment Treaty (BIT), Mutual Legal Assistance (MLA), serta kerja sama dalam pengolahan mineral dan logam.

Dengan tema “Trust, Innovation, Partnership”, kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Perayaan ini dilakukan dengan semangat memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip saling percaya, komitmen terhadap inovasi, serta kemitraan yang setara. Nilai-nilai ini sekaligus menjadi inspirasi bagi keberlanjutan kerja sama kedua negara di masa depan, demikian keterangan KBRI Bern.

Penutup

Kerja sama Indonesia dan Swiss dalam bidang hilirisasi mineral dan logam menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperdalam kemitraan strategis berbasis inovasi, investasi, dan penguatan rantai pasok industri global. Selain itu, kerja sama ini juga menegaskan pentingnya prinsip saling melengkapi dalam menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kerja sama internasional, kerja sama ekonomi, kerja sama politik, kerja sama pendidikan, kerja sama teknologi, kerja sama pariwisata, kerja sama seni budaya, kerja sama kesehatan, kerja sama otomotif, dan kerja sama religi hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 29 June 2026, 08:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri