Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa akan ada sesi khusus terkait Palestina dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi Developing Eight (D-8) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada April 2026. Sesi ini digelar sebagai bentuk solidaritas dari semua negara-negara D-8 bagi rakyat Palestina.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI Tri Tharyat menjelaskan, “Sesi khusus untuk Palestina digelar sebagai bentuk solidaritas dari semua negara-negara D-8 bagi saudara-saudara kita di Palestina.” Sesi ini akan menjadi sesi penutup KTT D-8 di Jakarta pada 15 April 2026, setelah sesi pembukaan dan sesi kedua yang berfokus pada sektor ekonomi dan bisnis, sebagaimana dilaporkan Antara News.
Sejarah Sesi Khusus Palestina di KTT D-8
Tri Tharyat menyampaikan, sesi khusus Palestina bukan pertama kali dilaksanakan dalam sejarah KTT D-8. “Sesi tersebut juga pernah digelar saat KTT D-8 di Kairo, Mesir, pada 2024, meski pembahasannya digabung dengan isu Lebanon.” Ia menambahkan, “Isu Palestina ini akan selalu menjadi perhatian serius bagi negara-negara D-8.” Sebuah pernyataan bersama terkait Palestina kemungkinan juga akan disepakati dalam sesi tersebut.
Fokus KTT D-8 dan Isu Lainnya
Terkait kemungkinan isu Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Donald Trump dibahas, Tri menegaskan tidak ada agenda terkait hal itu. Negara-negara D-8 saling menghormati keputusan mitra organisasinya, baik yang bergabung maupun yang tidak. Indonesia, Azerbaijan, Pakistan, Turki, dan Mesir merupakan negara D-8 yang bergabung ke Dewan Perdamaian. Tri menekankan, D-8 fokus pada kerja sama ekonomi dan pembangunan. Bahasan soal kebijakan politik seperti BoP tidak menjadi topik formal KTT D-8.
Tentang D-8
D-8 dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025. Keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026-2027 mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.” Tema ini mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.
Penutup
Keterlibatan Indonesia dalam sesi khusus Palestina di KTT D-8 2026 menegaskan komitmen negara dalam memperkuat solidaritas negara-negara anggota D-8 terhadap rakyat Palestina. Langkah ini sekaligus menegaskan peran diplomasi Indonesia di forum internasional dalam isu kemanusiaan.
Jangan lewatkan berita seputar peran Indonesia di KTT D‑8 2026, sesi khusus Palestina, diplomasi internasional, serta informasi terkini tentang kerja sama ekonomi dan pembangunan di PakistanIndonesia.com.