Pemerintah Arab Saudi menetapkan batas akhir bagi jamaah umrah internasional untuk meninggalkan kerajaan paling lambat 18 April 2026, yang bertepatan dengan 1 Zulkaidah 1447 Hijriah, seperti diberitakan Himpuh News. Pengumuman ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian dari siklus tahunan menjelang persiapan ibadah haji, sehingga seluruh jamaah umrah diharapkan sudah meninggalkan Arab Saudi sebelum tanggal tersebut.
Batas waktu kepulangan ini merupakan prosedur rutin dalam kalender ibadah umrah. Setelah musim umrah berakhir, otoritas Arab Saudi akan mulai memfokuskan persiapan untuk menyambut jutaan jamaah haji dari berbagai negara. Sesuai Kalender Umrah 1447 H, proses penutupan dilakukan secara bertahap, mulai dari penghentian penerbitan visa hingga pembatasan kedatangan jamaah baru.
Pemerintah Tegaskan Bukan Karena Isu Keamanan
Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, pihak berwenang menegaskan kebijakan ini tidak berkaitan dengan kondisi geopolitik. Kebijakan tersebut juga tidak terkait dengan isu keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Tenggat waktu ini adalah bagian dari transisi musiman reguler. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan situasi keamanan apa pun. Klaim semacam itu adalah salah dan menyesatkan,” bunyi keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah dikutip dari laman x (dulu Twitter) @insideharamain.
Penegasan ini disampaikan melalui kanal resmi informasi haji dan umrah. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk meredam kekhawatiran di kalangan jamaah.
Jadwal Lengkap Penutupan Umrah 1447 H
Berikut sejumlah tanggal penting yang perlu diperhatikan:
- 1 Syawal 1447 H: Batas akhir penerbitan visa umrah.
- 15 Syawal 1447 H: Batas akhir kedatangan jamaah ke Arab Saudi.
- 1 Zulkaidah 1447 H (18 April 2026): Batas akhir kepulangan jamaah.
Pemerintah Arab Saudi juga mengimbau seluruh jamaah untuk tetap tenang. Jamaah diharapkan hanya mengacu pada informasi resmi guna menghindari kesimpangsiuran.
Penutup
Pemerintah Arab Saudi menegaskan pentingnya kepatuhan jamaah umrah terhadap batas akhir kepulangan untuk memastikan proses ibadah berjalan lancar dan tertib. Informasi resmi selalu tersedia melalui kanal komunikasi Kementerian Haji dan Umrah, termasuk pembaruan terkait jadwal dan prosedur resmi. Seluruh jamaah diimbau tetap tenang, merencanakan kepulangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta mengikuti panduan resmi agar perjalanan ibadah berjalan aman.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar religi, nasional, olahraga, seni budaya, pariwisata, ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan internasional di PakistanIndonesia.com.