Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, Senin (23/2), menyerukan kerja sama dengan negara-negara kepulauan Pasifik dalam memastikan keamanan maritim. Ia menekankan perlunya lautan yang “bebas dan terbuka.” Hal ini tampaknya mempertimbangkan posisi China.
Dalam pidato utamanya pada pertemuan otoritas pertahanan di Tokyo, Koizumi mengatakan, “upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan tidak boleh ditoleransi.” Ia juga menyatakan harapan untuk menegaskan kembali “komitmen teguh mereka terhadap perdamaian.”
Diskusi Tantangan Maritim
Para menteri pertahanan dan pejabat dari negara-negara kepulauan Pasifik, serta negara mitra, membahas tantangan maritim. Mereka fokus pada kebebasan navigasi dan pengamanan jalur laut. Selain itu, mereka membahas upaya memerangi perubahan iklim dan bencana, sebagaimana diberitakan Antara News. Beberapa anggota ASEAN, termasuk Indonesia dan Filipina, diundang untuk pertama kali sebagai pengamat. Mereka hadir pada Dialog Pertahanan Kepulauan Pasifik Jepang ketiga.
Program Pertukaran Personel
Jepang berencana untuk meluncurkan program untuk mengundang pejabat junior dan menengah dari negara-negara kepulauan Pasifik yang bertanggung jawab untuk membentuk kebijakan keamanan. Program ini dilakukan ke Kementerian Pertahanan Jepang sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan pertukaran personel.
“Samudra Pasifik terkadang bisa bergelombang. Tetapi jika kita dapat membangun jaringan yang kuat dan berlapis yang menjangkau melampaui wilayah, maka tidak peduli seberapa ganas gelombangnya, Pasifik dapat dan akan tetap menjadi samudra perdamaian,” kata Koizumi kepada forum tersebut.
Pentingnya Kerja Sama Indo-Pasifik
Koizumi mengatakan kepada wartawan bahwa kerja sama dengan negara-negara kepulauan penting untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Dalam pertemuan sebelumnya dengan Putra Mahkota Tonga, Topouto’a Ulukalala, Koizumi menyampaikan pentingnya hubungan yang stabil dan saling percaya antara kedua negara. Ia menekankan bahwa hubungan yang menghargai kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan Pasifik. Koizumi juga bertemu pejabat dari Fiji dan Papua Nugini. Mereka sepakat menyusun memorandum untuk memperdalam kerja sama pertahanan.
Penutup
Kerja sama Jepang dengan negara-negara kepulauan Pasifik menegaskan komitmen Tokyo terhadap keamanan maritim dan stabilitas kawasan. Inisiatif ini juga memperkuat hubungan bilateral dan membangun jaringan perdamaian yang lebih luas.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar diplomasi, keamanan maritim, pertahanan, Indo-Pasifik, kerja sama regional, pertukaran personel, stabilitas kawasan, dan perdamaian di PakistanIndonesia.com.