Kemenbud-FBI Koordinasi Percepat Pemulangan Artefak dari Luar Negeri

pemulangan artefak
Foto: Antara News
Table of Contents

Kementerian Kebudayaan menjalin koordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengakselerasi pemulangan artefak dari luar negeri atau repatriasi, seperti diberitakan Antara News.

“Kami ingin mengetahui berbagai kendala yang mungkin masih dihadapi dari sisi kami. Karena itu, kami berkomitmen membangun prosedur yang lebih jelas dan mempercepat proses yang diperlukan agar upaya pemulangan warisan budaya dapat berjalan semakin baik,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Pemulangan Artefak Jadi Bagian Pelestarian Warisan Budaya

Fadli mengatakan pemulangan warisan budaya merupakan bagian penting dari upaya negara untuk menjaga identitas budaya bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuannya dengan Atase Penegakan Hukum (Legal Attaché) Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk Indonesia dan Timor-Leste, Robert F. Lafferty. Selain itu, pemulangan warisan budaya juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya nasional.

Menbud menjelaskan bahwa sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri, pemerintah terus berupaya memulihkan dan mengembalikan warisan budaya Indonesia yang berada di luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kerja sama strategis dengan negara-negara mitra.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan selama ini dalam upaya pemulangan artefak budaya Indonesia. Sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan, kami berupaya sebaik mungkin untuk memulihkan dan mengembalikan warisan budaya nasional melalui berbagai bentuk kerja sama internasional,” ungkapnya.

Koordinasi Kemenbud dan FBI Tunjukkan Kemajuan Repatriasi

Sementara itu, Robert F. Lafferty menyampaikan bahwa koordinasi yang dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Dia menilai proses repatriasi yang tengah berlangsung telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Dalam satu tahun terakhir kami melihat perkembangan yang sangat baik. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan sehingga artefak-artefak tersebut dapat kembali ke Indonesia,” ujar Lafferty.

Selain itu, Lafferty juga menegaskan komitmen FBI untuk terus mendukung upaya pemulangan artefak budaya yang berasal dari Indonesia.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari proses ini. Kerja sama seperti ini menunjukkan bagaimana pelindungan warisan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang positif antara kedua negara,” jelasnya.

Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional. Upaya tersebut dilakukan dalam pelindungan, pemulihan, dan pemanfaatan warisan budaya Indonesia.

Upaya repatriasi artefak merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warisan budaya bangsa dapat kembali dimanfaatkan. Warisan budaya tersebut diharapkan mendukung kepentingan pendidikan, penelitian, serta penguatan identitas budaya Indonesia.

Penutup

Koordinasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dan FBI menunjukkan perkembangan positif dalam proses repatriasi artefak budaya Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pengembalian warisan budaya yang berada di luar negeri. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar seni budaya, olahraga, pariwisata, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, teknologi, religi, dan otomotif hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 28 June 2026, 07:30

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri