Kuil Murugan Kalideres: Kuil Terbesar Asia Tenggara yang Jadi Destinasi Religi dan Simbol Toleransi

Kuil Murugan Kalideres Kuil Terbesar Asia Tenggara yang Jadi Destinasi Religi dan Simbol Toleransi

Bagikan

Daftar Isi

Kuil Murugan Kalideres kini jadi primadona wisata religi di Jakarta, dan disebut sebagai kuil Hindu terbesar se-Asia Tenggara. Diresmikan pada 2 Februari 2025, kuil ini menyatukan arsitektur Dravida khas India Selatan, Hindu Bali, dan budaya Jawa dalam harmoni spiritual dan estetika modern.

Awal Mula dan Arsitektur Megah

Kuil yang bernama resmi Shri Sanathana Dharma Aalayam ini berdiri megah di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat. Dibangun di atas lahan seluas 4.000 m², kuil ini memiliki menara gerbang Raja Gopuram setinggi sekitar 40–44 meter dan sebuah patung Dewa Murugan setinggi 20 meter. Keduanya menjadi ikon ikonik yang menarik perhatian publik.

Proses pembangunan dimulai sejak 2019, sempat tertunda karena pandemi, namun kembali dilanjutkan hingga naik ke sekitar 85–95% pada awal 2025. Peresmian dilakukan melalui Upacara Maha Kumbhabhishekam, dihadiri tokoh penting seperti Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Destinasi Religi dan Wisata Fotogenik

Selain sebagai tempat ibadah umat Hindu Tamil, kuil ini juga dirancang sebagai wisata religius terbuka bagi semua kalangan. Pengunjung umum diizinkan mengakses kuil antara pukul 13.00–15.30 WIB, sedangkan waktu ibadah khusus mulai dari pagi hingga malam.

Kuil Murugan kemudian viral di media sosial sebagai “potongan India di Jakarta”. Banyak pengunjung datang untuk mengabadikan spot fotogenik di pelataran lantai tiga dan melihat megahnya arsitektur kuil.

Tantangan Kelebihan Kunjungan dan Penutupan Sementara

Saking viral, kuil ini harus ditutup sementara untuk kunjungan umum karena terlalu padat. Ketua yayasan kuil menuturkan bahwa jumlah pengunjung bisa mencapai hingga 1.100 orang per hari dengan antrean panjang yang sulit dikelola dalam waktu kunjungan yang terbatas. Meski begitu, ibadah bagi umat Hindu tetap berjalan seperti biasa di waktu yang telah ditentukan.

Nilai Budaya dan Keharmonisan Sosial

Peresmian Kuil Murugan menjadi simbol toleransi dan kebhinekaan di Jakarta. Pemerintah berharap kuil ini bisa menjadi destinasi wisata religi bukan hanya bagi domestik tetapi juga mancanegara. Bahkan PM India Narendra Modi memberikan apresiasi secara khusus atas pembangunan kuil ini selama acara peresmian.

Kuil ini juga membuktikan bahwa pembangunan religi bisa menjadi cerminan harmoni antarumat beragama—sebuah nilai penting dalam kerangka NKRI.

Kenyamanan & Fasilitas Publik

Selain sebagai tempat ibadah, kuil ini memiliki aula serba guna yang bisa digunakan untuk acara umum bertema komunitas dan budaya. Beberapa ruangan mengusung tema vegetarian agar cocok untuk aktivitas komunitas yang mendukung gaya hidup harmoni. Hal lain yang menarik adalah keberadaan museum mini atau pusat kesenian yang menampilkan sejarah dan seni Hindu Tamil, serta ruang yoga dan kesenian lokal yang terbuka bagi masyarakat.

Harapan Era Baru Pariwisata Religi di Jakarta

Dengan menonjolnya Kuil Murugan sebagai simbol spiritual dan inspirasi wisata, banyak harapan tumbuh bagi munculnya destinasi religius lain di kota besar. Kuil ini dianggap bisa menyaingi ikon seperti Masjid Istiqlal dalam hal citra dan penghargaan internasional.

Lokasi yang strategis serta fasilitas luas membuat Kuil Murugan mudah diakses melalui TransJakarta atau KRL dari Stasiun Kalideres, menjadikannya pilihan wisata yang praktis dan unik.

Kesimpulan

Kuil Murugan Kalideres bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah lambang toleransi, venue wisata religi fotogenik, dan ruang budaya yang menyatukan masyarakat. Meski sempat ditutup karena banyaknya pengunjung, kuil ini telah membuka pintu harapan baru dalam mengedukasi publik melalui spiritualitas, arsitektur, dan kebhinnekaan.

Ikuti berita menarik lainnya hanya di Pakistan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *