Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus memperkuat daya saing produk nasional di tengah tantangan seperti tekanan nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar produk domestik semakin kompetitif, seperti diberitakan Antara News.
“Kita punya kesempatan di pasar ekspor. Kalau dengan pelemahan rupiah kita harapkan barang-barang kita justru mempunyai kompetensi di pasar internasional. Makanya kita ingin mendorong produk dalam negeri ini bisa terus masuk ke pasar internasional. Caranya gimana? Salah satunya sedang kita bahas tadi. Kita ingin mempercepat ratifikasi perjanjian dagang dengan semua negara,” ujar Mendag Budi usai rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta.
Percepatan Perjanjian Dagang untuk Perkuat Daya Saing Produk RI
Menurut dia, sejumlah perjanjian dagang telah selesai dibahas dan kini terus didorong proses ratifikasinya untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.
“Banyak yang sudah selesai, salah satunya tadi dengan Kanada. Kanada sudah selesai,” katanya lagi.
Selain itu, ia memastikan kondisi kebutuhan pokok di dalam negeri masih terkendali di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan langkah antisipasi dengan baik.
“Jadi kita harus tetap optimis. Kalau sekarang, saya kira bahan kebutuhan pokok kalau di pasar masih relatif stabil,” ujar Budi.
BI Optimistis Rupiah Stabil, Menkeu Pastikan Ekonomi Tetap Kuat
Adapun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali stabil.
“Yakin stabil,” ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Namun demikian, Perry tidak dapat memastikan kapan rupiah akan bergerak stabil. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan bagus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga cukup aman untuk mendukung program prioritas. Selain itu, ia juga menyebut bahwa pondasi fiskal Indonesia dalam keadaan bagus. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan lebih melakukan sosialisasi kepada pasar modal, dan investor.
Penutup
Pemerintah terus berkomitmen memperkuat daya saing produk nasional melalui percepatan perjanjian dagang dengan berbagai negara mitra. Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ekspor nasional diharapkan semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.