Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat untuk mengatur jadwal kepulangan guna menghindari kemacetan parah pada puncak arus balik Idulfitri 1447 H, seperti diberitakan MetroTV News. Pemerintah memprediksi kepadatan volume lalu lintas akan terjadi dalam tiga gelombang utama, yakni pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
“Berdasarkan data perhitungan yang kami dapatkan di JMTC, puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan volume lebih dari 285 ribu kendaraan. Jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan. Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2026 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere yang diimbau Pemerintah,” ujar Dudy saat meninjau Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Imbauan Hindari Puncak Arus Balik
Dudy menegaskan bahwa distribusi lalu lintas yang lebih merata akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman bagi pemudik. Senada dengan hal tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho juga mengingatkan adanya tiga titik waktu krusial yang harus diwaspadai.
“Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik lebaran 2026. Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tegas Agus.
Diskon Tarif Tol untuk Arus Balik
Sebagai langkah insentif, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengumumkan pemberian potongan tarif tol. Khususnya bagi pengguna jalan yang mengikuti anjuran pemerintah untuk pulang lebih awal atau di luar jadwal puncak.
“Kami juga kembali mengingatkan kepada para pemudik untuk memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada periode arus balik selama dua hari yakni pada 26-27 Maret 2026 di 9 ruas tol Jasa Marga Group dengan perjalanan menerus. Tujuannya sama, yakni agar distribusi volume lalu lintas arus balik dapat terkendali,” ungkap Rivan.
Kesiapan dan Imbauan bagi Pemudik
Untuk memastikan kelancaran, Jasa Marga telah menyiagakan petugas 24 jam dan mengoptimalkan teknologi JMTC guna memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Selain itu, pengemudi kendaraan sumbu tiga atau lebih diingatkan untuk mematuhi pembatasan operasional sesuai SKB yang berlaku hingga 29 Maret 2026.
Pemudik diimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi Travoy atau Call Center 133.
Penutup
Imbauan untuk menghindari puncak arus balik pada 24, 28, dan 29 Maret penting untuk menjaga kelancaran perjalanan selama Lebaran. Dengan mengikuti anjuran tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko kemacetan di jalan. Perencanaan waktu perjalanan yang tepat juga membantu meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.