Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong para pelaku usaha mikro kecil (UMK) memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam bertransaksi. Legislator Partai Golkar itu meyakini penggunaan QRIS dapat membuat transaksi lebih efisien sekaligus memperkuat daya saing UMK, seperti diberitakan MetroTV News.
Misbakhun menyatakan digitalisasi sistem pembayaran merupakan keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) menghadirkan QRIS sebagai solusi yang praktis, aman, dan efisien. Sistem ini mendukung transaksi masyarakat, termasuk para pelaku UMK di berbagai daerah.
QRIS Dorong Efisiensi dan Penguatan Ekonomi UMK
“QRIS hadir tidak hanya untuk mempermudah transaksi, tetapi juga untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Dengan QRIS, pelaku UMK bisa naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik dan akses pembiayaan yang lebih terbuka,” ujar Misbakhun di acara Publik Bicara BSBI bertema ‘QRIS Akselerator Transaksi Digital dan Perkuat Daya Saing UMK’ di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Ketua BSBI M. Nawir Messi hadir langsung pada acara itu. Dia didampingi oleh dua anggota BSBI, Irwan Lubis dan Mohamad Khusaini, dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri para pelaku UMK di Kabupaten Pasuruan.
Pengembangan QRIS ke Transaksi Lintas Negara
Lebih lanjut, Misbakhun menjelaskan Quick Response Code Indonesian Standard yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019 akan terus berkembang. Wakil rakyat di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR itu menegaskan bahwa ke depannya tidak hanya digunakan untuk transaksi di dalam negeri. Sistem ini juga akan dikembangkan untuk mendukung transaksi lintas negara.
Misbakhun meyakini perluasan jangkauan ini akan turut meningkatkan daya saing UMK Indonesia di pasar global. Legislator yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar itu pun mendorong para pelaku UMK untuk menangkap peluang tersebut dengan memanfaatkan QRIS.
“Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, kami berharap UMK di daerah, termasuk di Kabupaten Pasuruan, bisa lebih terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih besar,” harapnya.
Keamanan Transaksi Menggunakan QRIS
Misbakhun juga meyakinkan para pelaku UMK tidak khawatir soal keamanan bertransaksi dengan QRIS. BI, katanya, sebagai otoritas moneter membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan aman.
Wakil rakyat asal Pasuruan itu menegaskan sistem ini merupakan metode pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia. Terutama jika dilihat dari aspek infrastruktur dan keamanannya.
“QRIS juga memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada uang tunai, sehingga risiko kehilangan maupun kesalahan dalam transaksi dapat diminimalkan,” kata Misbakhun.
Penutup
Dorongan penggunaan QRIS oleh Misbakhun diharapkan dapat mempercepat transformasi digital UMK di Indonesia sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi sehari-hari. Dengan sistem pembayaran yang lebih modern dan aman, pelaku usaha kecil berpeluang memperluas pasar serta memperkuat daya saingnya. Ke depan, pemanfaatannya diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.