Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa Islamabad siap menjadi tuan rumah perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Upaya ini dilakukan guna meredakan konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah, seperti diberitakan MetroTV News.
“Pakistan akan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari ke depan demi mencapai penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan atas konflik yang sedang berlangsung,” ujarnya dalam pernyataan video, beberapa jam setelah pertemuan empat menteri luar negeri di Islamabad.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 30 Maret 2026, Dar mengungkapkan bahwa Washington menunjukkan kepercayaan kepada Pakistan untuk memfasilitasi dialog tersebut. Teheran juga sama-sama memberikan kepercayaan kepada Pakistan dalam proses perundingan ini.
Perundingan dan Dukungan Diplomatik
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan kepada para menteri luar negeri dari Turki, Mesir, dan Arab Saudi terkait peluang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad. Menurutnya, para diplomat yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Kami juga membahas berbagai kemungkinan untuk segera mengakhiri perang di kawasan secara permanen,” kata Dar.
“Kami sepakat bahwa perang ini tidak menguntungkan siapa pun dan hanya akan membawa kematian serta kehancuran,” serta menegaskan bahwa satu-satunya solusi yang “layak” adalah melalui “dialog dan diplomasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, para menteri luar negeri tersebut menegaskan kembali komitmen bersama untuk menahan eskalasi, mengurangi risiko konflik militer, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya perundingan terstruktur antara pihak-pihak terkait. Mereka juga menyerukan pentingnya menjunjung prinsip Piagam PBB, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara.
Upaya Diplomasi Pakistan
Dar menyebut hubungan Pakistan dengan Amerika Serikat sebagai sesuatu yang ‘sangat penting.’ Ia menambahkan bahwa Islamabad terus berkomunikasi secara aktif dengan Washington sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dan mencari solusi damai. Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pakistan untuk menjadi tuan rumah perundingan tersebut.
“Terdapat apresiasi dan dukungan yang kuat dari seluruh mitra kami terhadap upaya yang dilakukan Pakistan. Kami akan terus melanjutkan langkah ini dengan ketulusan dan komitmen,” ujarnya.
Secara terpisah, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan kembali komitmen kuat Pakistan untuk memainkan peran konstruktif dalam mempertemukan Iran dan Amerika Serikat di meja perundingan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dan pejabat diplomatik tertinggi Mesir Badr Abdelatty di Islamabad.
Penutup
Kesiapan Pakistan menjadi tuan rumah perundingan damai AS dan Iran menunjukkan komitmen negara ini pada diplomasi. Upaya ini bertujuan membuka jalan bagi penyelesaian yang berkelanjutan di Timur Tengah. Peran aktif Pakistan menegaskan kemampuannya menjaga stabilitas regional. Selain itu, langkah ini memperkuat hubungan internasional.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar internasional, nasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, teknologi, religi, olahraga, pariwisata, blog, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.