PT Pertamina Patra Niaga membuka Program Beasiswa Calon Pelaut sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta maritim yang siap mendukung operasional armada kapal energi, seperti diberitakan Antara News.
“Program ini kami rancang sebagai pipeline SDM pelaut yang siap operasional. Tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka jalur karier yang jelas bagi para penerima beasiswa untuk dapat terlibat langsung dalam operasional armada,” ujar Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto.
Beasiswa Pelaut sebagai Pipeline SDM Maritim
Program ini akan menjaring 23 penerima beasiswa yang setelah lulus akan langsung diproyeksikan bekerja sebagai kru kapal di Pertamina Patra Niaga. Pertamina Patra Niaga memandang penguatan talenta pelaut sebagai bagian penting dari keberlanjutan operasional distribusi energi.
Peran Strategis Pelaut dalam Distribusi Energi
Kementerian Perhubungan mencatat terdapat sekitar 1,4 juta pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai negara. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia. Komitmen terhadap penguatan pelaut nasional juga tercermin dari komposisi kru di armada Pertamina Group. Dari total 4.368 kru pelaut, sebanyak 4.090 kru atau sekitar 94 persen merupakan Warga Negara Indonesia.
Data tersebut, kata Arif, menegaskan bahwa talenta maritim nasional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional armada energi. Peran pelaut dalam rantai pasok downstream atau hilir juga semakin strategis, mengingat armada laut menjadi penghubung antara titik suplai, kilang, terminal, hingga wilayah distribusi energi. Dalam konteks Pertamina Patra Niaga, armada kapal berperan dalam pengangkutan minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Peran Pertamina Foundation dalam Program
Sementara itu, President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan bahwa Pertamina Foundation berperan dalam memastikan pelaksanaan program berjalan secara terstruktur. Program juga dirancang agar berkelanjutan.
“Kami memastikan seluruh proses program, mulai dari seleksi, pembinaan, hingga monitoring penerima beasiswa dilakukan secara komprehensif. Lembaga pendidikan, jurusan, serta jumlah penerima telah dipetakan sejak awal agar selaras dengan kebutuhan perusahaan,” kata Agus.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang terpilih memenuhi kriteria akademis. Selain itu, peserta juga harus memiliki kesiapan untuk menjalani profesi sebagai pelaut.
Tahapan Program Beasiswa Pelaut 2026
Rangkaian Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 dimulai dengan sosialisasi pada 28-29 April 2026. Setelah itu, pembukaan pendaftaran dilakukan pada 30 April hingga 22 Mei 2026. Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni, dengan pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 30 Juni 2026, dan inaugurasi pada 3 Juli 2026.
Penutup
Program beasiswa pelaut ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan SDM maritim nasional yang kompeten dan siap kerja di sektor energi. Inisiatif tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan operasional armada kapal energi.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, pariwisata, teknologi, olahraga, blog, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.