Presiden Prabowo Bahas Nasib BoP Usai Serangan Sepihak AS-Israel ke Iran

nasib bop
Foto: MetroTV News
Table of Contents

Nasib Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza dibahas Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama presiden dan wakil presiden terdahulu serta eks menteri luar negeri (menlu) dan pimpinan partai politik. Hal itu dibahas setelah serangan sepihak yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 3,5 jam itu, Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan tokoh-tokoh mengenai masa depan BoP. Pernyataan tersebut disampaikan eks Menlu, Noer Hassan Wirajuda, seperti diberitakan MetroTV News.

Nasib BoP Dibahas dalam Konteks Perkembangan Mutakhir

“(BoP) kami bahas, tetapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir, apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP. Kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” kata Hassan.

Menlu periode 2001-2009 menjelaskan Presiden Prabowo memberikan gambaran mengenai eskalasi di negara-negara Teluk di Timur Tengah dalam pertemuan tersebut. Kepala Negara juga menjelaskan dampaknya terhadap Indonesia.

Presiden juga mendiskusikan posisi Indonesia di tengah melemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hukum internasional. Ia menyoroti aturan internasional (rule-based order) yang dinilai sulit ditegakkan ketika pelanggaran dilakukan oleh negara-negara kuat.

“Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita, bukan hanya dua karang, tetapi sekarang beberapa karang dan itu tidak mudah, karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak dan gas,” ujar Hassan.

Pertemuan Dihadiri Para Tokoh Nasional

Hassan kemudian menilai pertemuan berlangsung cair, karena dialog berjalan dua arah, dan Presiden terbuka terhadap berbagai usulan. “Presiden sangat terbuka untuk dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” kata Hassan.

Sebelumnya, Hassan beserta sejumlah mantan menteri luar negeri turut terlibat dalam diskusi kebangsaan yang digelar oleh Presiden Prabowo pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Dalam acara itu, Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Ke-7 Joko Widodo turut hadir memenuhi undangan Presiden Prabowo. Hadir pula Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden Ke-13 Ma’ruf Amin. Kemudian, ada pula ketua umum partai-partai politik yang punya perwakilan di DPR RI, perwakilan dari dunia usaha, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara.

Penutup

Pembahasan nasib BoP dalam forum tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap dinamika geopolitik global. Hal ini juga berkaitan dengan implikasinya terhadap posisi Indonesia di tengah ketidakpastian internasional. Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor penting yang diperhitungkan dalam menentukan langkah ke depan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar politik, ekonomi, internasional, kesehatan, nasional, olahraga, otomotif, pariwisata, pendidikan, religi, seni budaya, dan teknologi di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 4 March 2026, 14:38

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri