Tarian Viral Rayyan Angkat Pacu Jalur Riau ke Sorotan Dunia

Tarian Viral Rayyan Angkat Pacu Jalur Riau ke Sorotan Dunia

Bagikan

Daftar Isi

Tarian viral Rayyan Arkan Dikha angkat Pacu Jalur Riau ke panggung dunia setelah penampilannya di ajang budaya tahunan di Kuantan Singingi (Kuansing) mendadak mencuri perhatian publik internasional. Bocah berusia 11 tahun asal Desa Pintu Gobang Kari ini sukses menampilkan gerakan unik sebagai Tukang Tari penari yang berdiri di haluan perahu Jalur dan membuat penonton terpana.

Viral Berkat “Aura Farming”

Dalam tradisi Pacu Jalur, Tukang Tari memiliki peran khusus, yakni menjaga semangat tim serta menghibur penonton. Namun, gaya Rayyan berbeda. Gerakannya luwes, percaya diri, dan tetap seimbang meski perahu Jalur melaju deras di Sungai Kuantan. Aksi ini viral di media sosial, bahkan disebut sebagai bentuk “aura farming” istilah populer yang menggambarkan pancaran kharisma seseorang yang mampu memikat banyak orang.

Tak butuh waktu lama, video Rayyan menyebar secara global. Dari warganet Indonesia, tren ini menjalar hingga ke panggung internasional. Sejumlah atlet dan selebritas dunia ikut menirukan gaya Rayyan, mulai dari pebalap Formula 1 Alex Albon, klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG), hingga juara dunia MotoGP Marc Márquez. Fenomena ini menjadikan nama Rayyan dan Pacu Jalur dikenal luas di berbagai belahan dunia.

Dampak Besar pada Pariwisata Riau

Efek viralitas Rayyan langsung berdampak pada sektor pariwisata. Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing mencatat rekor baru dengan kehadiran sekitar 1,5 juta penonton, termasuk wisatawan mancanegara. Jumlah ini jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya dan memberi sumbangan signifikan terhadap perekonomian daerah. Menurut catatan resmi, nilai ekonomi yang berputar selama festival mencapai Rp74 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, menyebut fenomena tarian viral ini sebagai momentum berharga. “Tradisi lokal bisa mendunia bila dikemas dengan kreatif. Viralitas Rayyan menunjukkan bahwa budaya tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga dipromosikan melalui digitalisasi,” ujarnya.

Pacu Jalur: Tradisi Abad ke-17 yang Kini Mendunia

Pacu Jalur merupakan tradisi lomba perahu panjang yang sudah ada sejak abad ke-17. Awalnya, lomba ini digelar untuk memperingati hari besar Islam dan sebagai bentuk syukur masyarakat di sepanjang Sungai Batang Kuantan. Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi festival budaya tahunan yang digemari masyarakat luas.

Dengan diakuinya Pacu Jalur sebagai warisan budaya takbenda oleh pemerintah, ajang ini terus dilestarikan dan dipromosikan. Kini, berkat viralitas Rayyan, Pacu Jalur berhasil mendapatkan sorotan internasional, memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon budaya Riau yang paling berpengaruh.

Rayyan: Ikon Baru Generasi Muda

Rayyan Arkan Dikha kini tak sekadar menjadi penari cilik viral, tetapi juga ikon generasi muda Riau. Pemerintah daerah telah memberikan penghargaan berupa beasiswa dan menobatkannya sebagai Duta Wisata Riau. Sosok Rayyan dipandang mampu menginspirasi anak-anak lain untuk mencintai tradisi sambil memanfaatkan teknologi digital.

Dengan kepolosan dan spontanitasnya, Rayyan membuktikan bahwa budaya tradisional bisa mendunia tanpa kehilangan nilai aslinya. Ia adalah simbol sinergi antara akar budaya lokal dan era digital global.

Ikuti berita menarik lainnya hanya di Pakistan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *