TNI perkuat kerja sama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Langkah ini dilakukan dalam rangka penguatan implementasi hukum humaniter internasional (HHI) dan hak asasi manusia (HAM) di lingkungan TNI.
Kedua belah pihak sepakat memperkuat kerja sama. Pertemuan itu melibatkan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda Farid Ma’ruf. Hadir juga Head of the ICRC Regional Delegation for Indonesia and Timor Leste, Martines Abel Wiliem de Boer. Pertemuan tersebut berlangsung di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/2), sebagaimana diberitakan oleh Indonesia Defense.
Perkuat Kerja Sama TNI dan ICRC
Kedua belah pihak sepakat melanjutkan kemitraan strategis. Fokusnya adalah pada peningkatan kapasitas prajurit TNI melalui program terkait prinsip-prinsip dasar HHI dan HAM.
“Kerja sama TNI dan ICRC selama ini telah memberikan sumbangsih positif dalam rangka mendukung implementasi penerapan hukum humaniter internasional dan HAM ke depan yang lebih baik,” kata Laksda Farid.
Kolaborasi ini memastikan bahwa TNI tidak hanya menjalankan operasi militer dengan efektif, tetapi juga tetap menghormati hak asasi manusia dan norma hukum internasional. Program kerja sama ini mencakup pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan bagi seluruh personel TNI.
Hukum Humaniter dan HAM Jadi Pedoman Operasi
TNI senantiasa menjadikan HHI dan HAM sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal ini berlaku baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
“Penerapan prinsip-prinsip hukum tersebut penting tidak hanya dari aspek kemanusiaan, tetapi juga sebagai landasan legalitas tindakan prajurit di lapangan,” tutur Farid.
Melalui pendekatan ini, setiap operasi TNI dijalankan dengan penuh tanggung jawab, memastikan perlindungan warga sipil dan meminimalkan risiko pelanggaran hukum. Pendekatan ini juga memperkuat kredibilitas TNI di kancah internasional.
Diplomasi Militer dan Komitmen Kemanusiaan
Melalui pertemuan dengan ICRC, TNI ingin meningkatkan diplomasi militer di kancah internasional. Hal ini dilakukan lewat pengembangan program kerja sama yang adaptif terhadap dinamika tantangan tugas, termasuk keterlibatan TNI di berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia. Farid berharap kerja sama berkelanjutan antara Babinkum dan HAM TNI dengan ICRC semakin memperkokoh komitmen TNI dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Penutup
Kerja sama berkelanjutan TNI dengan ICRC menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang selalu konsisten dan aktif menjunjung tinggi hukum humaniter dan hak asasi manusia dalam setiap operasi militer. Kolaborasi ini menjadi fondasi bagi operasi yang profesional dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar kerja sama politik, kerja sama internasional, kerja sama ekonomi, kerja sama pendidikan, kerja sama teknologi, kerja sama pariwisata, kerja sama seni budaya, kerja sama religi, dan kerja sama kesehatan di PakistanIndonesia.com.