Upaya Kemenpar Kembangkan Destinasi Favorit di Luar Bali

destinasi favorit
Foto: Antara News
Table of Contents

Kementerian Pariwisata membeberkan sejumlah upaya yang telah dilakukan dalam rangka mengembangkan destinasi di daerah lain yang diharapkan menjadi favorit wisatawan selain Bali, seperti diberitakan Antara News.

“Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan. Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yaitu Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri),” kata kementerian.

Kementerian Pariwisata menyampaikan sudah berkolaborasi dengan mitra kerja, travel agent, dan tour operator (TA/TO) dalam memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui program penjualan paket wisata, business matching, serta perjalanan wisata pengenalan atau familiarization trip (fam trip) ke destinasi unggulan. Program tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Pariwisata. Komisi VII DPR meminta Kementerian Pariwisata tidak berpaku pada Bali sebagai andalan pariwisata serta mengembangkan destinasi lain.

Kunjungan Wisman ke Destinasi Prioritas Meningkat

Strategi tersebut mendorong kunjungan wisman ke 10 DPP meningkat signifikan. Terutama ke Lombok-Gili Tramena, Bromo-Tengger-Semeru (BTS) dan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Diikuti peningkatan kunjungan wisman ke Labuan Bajo, Danau Toba, Manado-Likupang, Bangka-Belitung, Raja Ampat, Wakatobi dan Morotai.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Peningkatan yang cukup signifikan terutama terlihat di Lombok-Gili Tramena, Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Peningkatan ini juga tercatat pada destinasi prioritas lainnya, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Manado-Likupang, Bangka Belitung, Raja Ampat, Wakatobi, dan Morotai.

Bali Masih Menjadi Magnet Utama Pariwisata Indonesia

Meski demikian, Kementerian Pariwisata menyebut Bali masih menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Selama periode Januari hingga April 2026, sekitar 43,1 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masuk melalui pintu utama di Bali, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Benoa.

Pada April 2026, Indonesia mencatat total 1,25 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 553.328 kunjungan masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Benoa di Bali.

Penutup

Upaya Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan destinasi favorit di luar Bali terus dilakukan melalui berbagai strategi. Langkah tersebut melibatkan pelaku industri pariwisata di berbagai daerah. Pengembangan paket wisata tematik dan penguatan promosi menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi unggulan. Pemerintah berharap kunjungan wisatawan ke destinasi prioritas terus meningkat dan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata nasional.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pariwisata, ekonomi, pendidikan, olahraga, internasional, nasional, politik, kesehatan, teknologi, seni budaya, religi, dan otomotif di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 18 June 2026, 08:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri