Tragedi Longsor Sumedang: Proyek Mini Soccer Ilegal Tewaskan 4 Pekerja, Polisi Turun Tangan

Longsor Sumedang
Tragedi longsor di Jatinangor, Sumedang, menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian proyek dan keselamatan kerja bisa berujung pada hilangnya nyawa. Sumber gambar: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Table of Contents

Peristiwa longsor kembali terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Insiden yang berlangsung di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, ini menewaskan empat pekerja konstruksi yang tengah mengerjakan proyek pembangunan lapangan mini soccer.

Tragedi ini tidak hanya menyorot proses evakuasi korban oleh tim SAR gabungan, tetapi juga membuka persoalan serius terkait proyek konstruksi tanpa izin serta lemahnya penerapan standar keselamatan kerja di wilayah rawan longsor.

Kronologi Longsor Sumedang

Longsor terjadi pada Jumat siang saat sejumlah pekerja melakukan penggalian tanah untuk pembangunan tembok penahan tebing (TPT). Tebing dengan ketinggian sekitar tujuh meter mendadak runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di bawahnya.

Dari delapan pekerja yang berada di lokasi, empat orang berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka. Empat pekerja lainnya tertimbun material longsoran dan dinyatakan meninggal dunia setelah proses evakuasi selesai dilakukan.

Evakuasi Korban oleh Tim SAR

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan.

Seluruh jenazah korban berhasil dievakuasi pada malam hari dan dibawa ke fasilitas kesehatan setempat untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.

Proyek Mini Soccer Tak Berizin

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa proyek pembangunan lapangan mini soccer di lokasi kejadian tidak mengantongi izin resmi. Pembangunan tembok penahan tebing tersebut tidak melalui kajian teknis maupun analisis dampak lingkungan yang semestinya.

Menurut pemerintah daerah, aktivitas pembangunan tanpa izin ini menjadi faktor utama pemicu longsor Sumedang, bukan semata-mata akibat curah hujan.

Penyelidikan Dugaan Kelalaian Kerja

Kepolisian Resor Sumedang kini menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian kerja dalam insiden ini. Sejumlah saksi, termasuk pekerja yang selamat dan pihak pengelola proyek, telah dimintai keterangan untuk mengetahui apakah standar keselamatan kerja telah dilanggar.

Hasil penyelidikan ini akan menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Longsor Sumedang dan Pentingnya Keselamatan Kerja

Insiden longsor di Cisempur menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek konstruksi, terutama di daerah rawan bencana. Kurangnya pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan dapat berujung pada tragedi kemanusiaan.

Pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan proyek pembangunan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Tragedi longsor Sumedang menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan pentingnya kepatuhan terhadap perizinan dan standar keselamatan kerja. Setiap proyek konstruksi harus melalui perencanaan matang agar tidak membahayakan nyawa manusia.

Ikuti perkembangan berita terkini, investigasi mendalam, dan laporan bencana lainnya hanya di PakistanIndonesia.com sebagai sumber informasi terpercaya.

Tri

Last Updated: 3 January 2026, 18:09

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri