MenPPPA Ajak Peran Aktif Lindungi Anak di Pendidikan Keagamaan

pendidikan keagamaan
Foto: Antara News
Table of Contents

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak perempuan berperan aktif dalam upaya pemerintah menjaga keamanan lingkungan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Hal ini juga ditujukan untuk memperkuat benteng pertahanan keluarga dari segala bentuk kekerasan, seperti diberitakan Antara News.

“Saat ini lembaga pendidikan berbasis keagamaan sedang menghadapi tantangan besar terkait banyaknya oknum yang melakukan kekerasan, bahkan kekerasan seksual. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stigma terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan secara umum,” katanya dalam keterangan di Jakarta.

Oleh karena itu, dia berharap para perempuan dapat berperan serta dalam upaya tersebut. Ia juga berharap lembaga pendidikan berbasis keagamaan dapat kembali menjadi tempat terbaik untuk mendidik anak-anak.

Sinergi Pemerintah dalam Pencegahan Kekerasan di Pendidikan

Menteri Arifah dalam acara “Dialog ketahanan keluarga bersama tokoh perempuan se-Priangan Timur” di Tasikmalaya (Jumat, 19/6) menjelaskan bahwa pemerintah bergerak cepat melakukan upaya preventif dan kuratif melalui sinergi lintas kementerian yang terus diperkuat. Hal ini dilakukan guna menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencegahan kekerasan yang komprehensif di lingkungan satuan pendidikan.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan beberapa kementerian mengenai bagaimana kita membangun lingkungan pendidikan dan keluarga yang aman untuk perempuan dan anak. KemenPPPA bersama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mengupayakan beberapa hal, seperti SOP dan sebagainya,” katanya.

Dia pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk bergerak bersama dalam menguatkan kapasitas diri dan melindungi anak-anak. Menurutnya, tantangan pengasuhan di era modern menuntut kepekaan yang tinggi dari orang tua. Hal ini dimulai dari lingkungan paling kecil, yaitu keluarga.

Edukasi Anak dan Nilai Keagamaan dalam Ketahanan Keluarga

Menteri PPPA mengingatkan kejahatan terhadap anak sering kali terjadi karena adanya kesempatan. Kelalaian orang tua dalam memberikan edukasi dan pengawasan dapat menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hak atas tubuh dan ruang aman harus diajarkan kepada anak sejak dini.

“Jadi kalau anak kita disentuh oleh siapapun lalu dia diam saja, besar kemungkinan disebabkan mereka tidak tahu bagian tubuh itu tidak boleh disentuh, anak perlu diberikan pemahaman bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain,” katanya.

Dia menilai, ketika anak memiliki pengetahuan tersebut, mereka akan lebih mampu melindungi diri dan berani melaporkan kepada orang tua apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, perlu bersama-sama saling menjaga anak-anak.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Romlah Widiyati menjelaskan mengenai tujuh prinsip yang diajarkan oleh agama Islam sebagai fondasi kemaslahatan hidup. Prinsip tersebut yaitu hifzhul ‘aql (menjaga akal), hifzhun nafs (menjaga jiwa), hifzhun nasl (menjaga keturunan), hifzhul ‘irdh (menjaga kehormatan), hifzhud diin (menjaga agama), hifzhul maal (menjaga harta), dan hifzhul bi’ah (menjaga lingkungan).

Romlah menyebut bahwa implementasi nilai-nilai tersebut memegang peranan krusial dalam menciptakan tatanan masyarakat yang aman, harmonis, dan religius. Hal ini juga termasuk dalam lingkup ketahanan keluarga.

“Perintah agama semua ini agar keseimbangan yang terjadi di dunia ini bisa berjalan dengan baik. Kami yakin kalau sekiranya suatu negara, rakyat, dan masyarakat melaksanakan hal-hal yang baik, niscaya Allah akan menurunkan keberkahan dari langit,” katanya.

Penutup

Perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi yang kuat diperlukan agar anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, nasional, internasional, ekonomi, politik, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 25 June 2026, 07:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri