Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi yang mengubah limbah padat hasil penyulingan minyak atsiri menjadi biobriket biomassa sebagai sumber energi alternatif. Penelitian tersebut memanfaatkan limbah rimpang jahe yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi bahan bakar padat berbasis biochar. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung transisi energi bersih sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor agroindustri (Listrik Indonesia, 2026; Tempo, 2026).
Penelitian dilakukan oleh tim dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN yang dipimpin Profesor Riset Prof. Anny Sulaswatty. Menurut tim peneliti, peningkatan produksi minyak atsiri dari berbagai tanaman aromatik menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah besar. Limbah tersebut dinilai masih memiliki potensi tinggi untuk dikonversi menjadi energi terbarukan apabila diolah menggunakan teknologi yang tepat (Listrik Indonesia, 2026; SinPo.id, 2026).
BRIN Manfaatkan Limbah Industri Minyak Atsiri Menjadi Biobriket Biomassa
Prof. Anny Sulaswatty menjelaskan bahwa limbah penyulingan minyak atsiri tidak seharusnya dipandang sebagai residu yang harus dibuang. Berbagai limbah dari penyulingan jahe, serai wangi, akar wangi, cengkeh, kulit kayu manis, hingga kayu aromatik memiliki kandungan biomassa yang masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif berbasis biomassa.
Salah satu fokus penelitian adalah limbah padat hasil penyulingan rimpang jahe (Zingiber officinale). Material tersebut masih mengandung komponen lignoselulosa dengan kadar lignin sekitar 45,98 persen, sehingga memenuhi syarat sebagai bahan baku biobriket setelah melalui proses karbonisasi atau pirolisis. Tim peneliti juga menyebut bahan baku biobriket ideal memiliki kandungan karbon minimal 40 persen agar menghasilkan bahan bakar padat yang berkualitas.
Mengapa Limbah Minyak Atsiri Berpotensi Menjadi Biobriket?
Menurut hasil penelitian BRIN, limbah penyulingan minyak atsiri memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung pemanfaatannya sebagai energi biomassa, yaitu:
- Mengandung lignoselulosa yang masih dapat dimanfaatkan.
- Memiliki kandungan lignin yang tinggi sehingga cocok dikarbonisasi.
- Berpotensi menghasilkan biochar berkualitas.
- Dapat mengurangi akumulasi limbah agroindustri.
- Memiliki nilai tambah sebagai bahan bakar padat terbarukan.
- Mendukung penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian dan industri herbal.
Proses Karbonisasi Tingkatkan Kualitas Biobriket Biomassa
Tim peneliti memulai proses pembuatan biobriket dengan mengeringkan limbah penyulingan jahe sebelum dikarbonisasi menjadi biochar. Selanjutnya, biochar dicampurkan dengan beberapa jenis perekat untuk memperoleh karakteristik biobriket yang optimal. Pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan bahan bakar padat dengan kualitas fisik, mekanik, dan termal yang memenuhi standar.
Selama proses penelitian, BRIN mengevaluasi sejumlah parameter penting untuk mengetahui mutu produk yang dihasilkan. Pengujian dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon tetap, densitas, kekuatan tekan, laju pembakaran, hingga nilai kalor. Selain itu, tim juga melakukan karakterisasi fisikokimia guna mengamati perubahan struktur material setelah proses karbonisasi.
Hasil Penelitian BRIN Tunjukkan Potensi Biobriket Biomassa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses karbonisasi mampu meningkatkan kualitas limbah penyulingan minyak atsiri menjadi biochar yang lebih layak digunakan sebagai bahan baku biobriket. Struktur material yang terbentuk setelah karbonisasi memiliki kandungan karbon lebih tinggi dan pori-pori yang lebih baik sehingga mendukung proses pembakaran yang lebih stabil. Tim peneliti juga menilai kualitas biobriket dipengaruhi oleh jenis perekat yang digunakan selama proses pencetakan (Listrik Indonesia, 2026; Technology Indonesia, 2026).
Selain menguji karakteristik fisik, BRIN juga mengevaluasi kualitas produk melalui berbagai parameter laboratorium. Pengujian meliputi kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon tetap, densitas, kekuatan tekan, laju pembakaran, hingga nilai kalor. Serangkaian pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan biobriket sebagai bahan bakar padat berbasis biomassa yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan (Listrik Indonesia, 2026).
Keunggulan Biobriket dari Limbah Minyak Atsiri
Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan limbah penyulingan minyak atsiri sebagai biobriket menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain:
- Mengurangi limbah padat dari industri minyak atsiri.
- Meningkatkan nilai tambah limbah agroindustri.
- Mendukung penyediaan energi alternatif berbasis biomassa.
- Berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah biomassa.
- Membuka peluang pengembangan produk energi terbarukan di sektor industri dan UMKM. (SinPo.id, 2026).
BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Biomassa untuk Energi Bersih
BRIN menilai pengembangan biobriket dari limbah penyulingan minyak atsiri dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi juga berpotensi mengurangi volume limbah industri. Selain itu, teknologi tersebut dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi pelaku usaha di sektor minyak atsiri dan hasil pertanian (SinPo.id, 2026).
Prof. Anny Sulaswatty menjelaskan bahwa limbah penyulingan minyak atsiri masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, pemanfaatan limbah tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular. Konsep tersebut mendorong penggunaan kembali material agar menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan (Technology Indonesia, 2026).
BRIN berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pengolahan limbah biomassa dalam skala yang lebih luas. Lembaga tersebut juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penerapan inovasi energi terbarukan di Indonesia (Listrik Indonesia, 2026).
Pemanfaatan limbah industri minyak atsiri sebagai biobriket biomassa menunjukkan bahwa riset mampu menghadirkan solusi bagi pengelolaan limbah dan penyediaan energi bersih. Pengembangan teknologi ini juga berpotensi memperkuat keberlanjutan sektor agroindustri. Di sisi lain, inovasi tersebut dapat mendukung peningkatan bauran energi terbarukan nasional pada masa mendatang.
Ikuti informasi terbaru seputar riset, inovasi, teknologi, dan sains lainnya hanya di PakistanIndonesia.com.
Referensi