Indonesia Borong Medali di World Climbing Chamonix 2026, Desak Made dan Veddriq Raih Emas

World Climbing Chamonix 2026
Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di panggung dunia setelah memborong dua medali emas dan satu medali perak pada nomor speed di World Climbing Chamonix 2026, mempertegas posisi Merah Putih sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing internasional. Sumber gambar: Jan Virt / World Climbing.
Table of Contents

Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan pada World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis dengan membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari nomor speed. Hasil tersebut diraih melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menjadi juara speed putri, Veddriq Leonardo yang menjuarai speed putra, serta Antasyafi Robby Al Hilmi yang meraih medali perak nomor speed putra. Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan dominasi Indonesia pada disiplin speed di level dunia. (World Climbing, 2026; Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Indonesia pada seri Chamonix karena tim Merah Putih berhasil menguasai tiga dari enam medali yang diperebutkan pada nomor speed. Raihan tersebut juga memperpanjang tren positif atlet panjat tebing Indonesia sepanjang musim kompetisi 2026.

Desak Made Rita Kusuma Dewi Persembahkan Emas Nomor Speed Putri

Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil konsisten sejak babak kualifikasi hingga final untuk merebut medali emas nomor speed putri. Atlet asal Bali tersebut menunjukkan kemampuan terbaiknya pada fase gugur sebelum memastikan diri berdiri di podium tertinggi sekaligus menambah koleksi gelar internasional bagi Indonesia.

Keberhasilan Desak melanjutkan performa impresifnya sepanjang musim 2026 dan memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet speed putri terbaik dunia. Medali emas di Chamonix juga menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri World Climbing berikutnya.

Raihan Tim Indonesia di Chamonix 2026

Prestasi yang diraih tim Indonesia meliputi:

  • Desak Made Rita Kusuma Dewi – Medali emas speed putri.
  • Veddriq Leonardo – Medali emas speed putra.
  • Antasyafi Robby Al Hilmi – Medali perak speed putra.
  • Indonesia membawa pulang 2 medali emas dan 1 medali perak.
  • Indonesia menguasai tiga dari enam medali yang diperebutkan pada nomor speed.

Veddriq Leonardo dan Antasyafi Lengkapi Dominasi Indonesia

Dominasi Indonesia semakin lengkap setelah Veddriq Leonardo keluar sebagai juara speed putra, sedangkan Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali perak. Hasil tersebut memastikan Indonesia mengawinkan gelar juara putra dan putri sekaligus menempatkan dua atlet pada podium speed putra. Pencapaian ini menunjukkan kedalaman skuad Indonesia yang tetap kompetitif di tingkat dunia.

Veddriq Leonardo Pertahankan Dominasi Indonesia di Nomor Speed Putra

Veddriq Leonardo kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet speed terbaik dunia dengan meraih medali emas nomor speed putra pada World Climbing Chamonix 2026. Penampilan yang konsisten sejak babak penyisihan hingga final mengantarkan atlet peraih emas Olimpiade tersebut kembali berdiri di podium tertinggi dan mempersembahkan emas kedua bagi Indonesia pada seri Chamonix. (ANTARA, 2026; Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi turut melengkapi pencapaian Merah Putih setelah meraih medali perak pada nomor speed putra. Kehadiran dua atlet Indonesia di podium yang sama menjadi bukti bahwa pembinaan panjat tebing nasional terus menghasilkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level dunia. (ANTARA, 2026)

Prestasi Chamonix Perkuat Posisi Indonesia di Peta Panjat Tebing Dunia

Keberhasilan meraih medali emas pada nomor speed putra dan putri menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama panjat tebing dunia. Konsistensi tersebut merupakan hasil pembinaan yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas pelatihan dan pengalaman bertanding di tingkat internasional juga menjadi faktor pendukung. (Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Raihan tersebut menjadi modal penting bagi Tim Indonesia untuk menghadapi seri-seri World Climbing berikutnya. Perpaduan atlet senior yang berpengalaman dengan atlet muda yang terus berkembang memperkuat daya saing tim. Kondisi itu membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mempertahankan dominasinya pada nomor speed di berbagai ajang internasional. (ANTARA, 2026)

World Climbing Chamonix Menjadi Bukti Kekuatan Tim Indonesia

Hasil di Chamonix tidak hanya mencerminkan kemampuan individu para atlet. Pencapaian tersebut juga menunjukkan kekuatan tim Indonesia secara keseluruhan. Keberhasilan menempatkan tiga atlet di podium memperlihatkan kedalaman skuad sekaligus mempertegas posisi Merah Putih sebagai salah satu kekuatan utama pada nomor speed. (ANTARA, 2026; Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus berkembang. Mereka juga diharapkan mampu mengikuti jejak para senior di tingkat dunia. Pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga konsistensi Indonesia dalam meraih prestasi pada berbagai kejuaraan panjat tebing internasional. (Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan dominasinya pada World Climbing Chamonix 2026 dengan meraih dua medali emas dan satu medali perak di nomor speed. Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo mempersembahkan medali emas. Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbangkan medali perak. Raihan tersebut menegaskan bahwa Indonesia tetap berada di jajaran elite panjat tebing dunia. (ANTARA, 2026; Kementerian Pemuda dan Olahraga, 2026)

Ikuti terus berita olahraga terbaru hanya di PakistanIndonesia.com untuk mendapatkan informasi terkini mengenai prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasasional. Temukan juga artikel menarik lainnya seputar panjat tebing, olahraga prestasi, dan perkembangan dunia olahraga nasional.

Referensi

Last Updated: 12 July 2026, 16:40

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri