Ancaman Kesehatan Mental Anak dan Remaja Perlu Diantisipasi Sejak Dini

kesehatan mental
Foto: Fraksi NasDem DPR RI
Table of Contents

Kesehatan mental anak dan remaja menjadi perhatian serius semua pihak. Kewaspadaan terhadap ancaman gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.

“Gangguan kesehatan mental yang menimpa anak dan remaja saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak terkait untuk segera diatasi demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/2/2026).

Survei Kementerian Kesehatan awal 2026 mencatat sekitar 5% anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan. Sementara itu, 34,9% remaja berisiko menghadapi masalah mental, namun hanya 2,6% yang menerima penanganan profesional. Angka ini menunjukkan perlunya langkah nyata untuk memastikan semua anak mendapat perhatian dan dukungan yang tepat.

Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Menurut Lestari Moerdijat, stigma dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa menjadi hambatan utama. Stigma sosial membuat anak dan remaja enggan bercerita atau mencari bantuan. Selain itu, tekanan akademik, pergaulan, dan kurangnya dukungan emosional dari keluarga juga dapat memicu munculnya gangguan mental sejak usia dini, dan hal ini menjadi perhatian Fraksi NasDem DPR RI dalam berbagai program sosial mereka.

Pentingnya Fasilitas Kesehatan Mental

Rerie, sapaan akrab Lestari, menekankan bahwa fasilitas kesehatan hingga tingkat kecamatan, termasuk puskesmas, harus dilengkapi dengan dokter spesialis jiwa dan psikolog anak. Ketersediaan tenaga profesional memudahkan identifikasi dini dan intervensi cepat, sehingga anak dan remaja yang mengalami masalah bisa ditangani sebelum menjadi lebih serius.

Langkah Antisipasi Sejak Dini

Penanganan masalah kesehatan mental anak dan remaja harus dilakukan dengan pendekatan terpadu. Edukasi masyarakat, peran aktif keluarga, dan program pencegahan di sekolah sangat penting. Lingkungan yang aman, suportif, dan terbuka untuk komunikasi dapat membantu anak mengatasi tekanan emosional, membangun ketahanan psikologis, dan mencegah gangguan berkembang lebih lanjut.

Penutup

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap upaya penanganan kasus-kasus gangguan mental yang menimpa anak dan remaja di seluruh wilayah Indonesia dapat segera diatasi. Hal ini penting demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan.

Jangan lewatkan berita kesehatan, pendidikan, sosial, psikologi, anak dan remaja, serta langkah-langkah antisipasi kesehatan mental lainnya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 6 February 2026, 16:50

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri