Jangan Remehkan Mata yang Kerap Berair, Bisa Jadi Mata Kering

mata kering
Foto: Antara News
Table of Contents

Jangan meremehkan kondisi mata yang kerap berair namun terasa kering. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bila aktivitas Anda banyak melihat layar digital atau berada di area yang penuh dengan paparan polusi, seperti diberitakan Antara News.

“Mata yang terus-menerus berair dan diagnosis mata kering terdengar seperti kontradiksi. Sebenarnya tidak demikian, memahami alasannya dapat mengubah cara Anda merawat mata,” kata dokter oftalmologi Marengo Asia Hospitals, Gurgaon Dr Shibal Bhartiya.

Mata Berair Bisa Menjadi Tanda Mata Kering

Bhartiya menjelaskan bahwa kebiasaan menatap layar saat menggunakan perangkat digital membuat seseorang lebih jarang berkedip, bahkan sekitar sepertiga dari frekuensi normal. Akibatnya, kelenjar minyak di kelopak mata menjadi mudah tersumbat. Sementara itu, lapisan air mata menguap lebih cepat daripada proses pembentukannya.

Selain itu, polusi udara, berada di ruangan berpendingin, dan perjalanan pulang-pergi yang panjang dapat memicu mata kering. Air mata, lanjut Bhartiya, yang melapisi permukaan mata bukan hanya terdiri dari air. Lapisan ini memiliki tiga komponen, yaitu minyak, air, dan lendir (mukus). Ketiganya bekerja bersama untuk menjaga permukaan mata tetap halus dan stabil.

Ketika lapisan tersebut terganggu, mata mengirimkan sinyal darurat. Otak kemudian merespons dengan memproduksi air mata dalam jumlah berlebih sebagai bentuk perlindungan. Kondisi ini disebut reflex tearing atau produksi air mata refleks.

“Respons ini bersifat reaktif dan berlebihan, tetapi tidak banyak membantu dalam memberikan pelumasan yang sebenarnya. Akibatnya, mata bisa mengalami kekeringan sekaligus berair secara bersamaan,” tutur dia.

Kenali Gejala Mata Kering dan Cara Mengatasinya

Menurut Bhartiya, beberapa tanda yang bisa menjadi masalah pada mata seperti mata kering patut diperhatikan. Tanda-tanda tersebut meliputi mata berair yang semakin parah menjelang malam hari, sensasi terbakar atau perih pada mata, serta penglihatan kabur yang membaik setelah berkedip. Kemudian, mata menjadi sensitif terhadap angin atau udara dari pendingin ruangan (AC). Mata juga terasa lelah meskipun sudah tidur cukup semalaman.

Bhartiya menyarankan beberapa cara yang dapat membantu mengatasi kondisi ini, antara lain mengompres kelopak mata dengan kompres hangat dan mengonsumsi suplemen omega-3. Selain itu, mengurangi waktu menatap layar juga dianjurkan. Membiasakan diri untuk berkedip secara sadar dan teratur saat menggunakan perangkat digital turut dianjurkan.

Jika salah satu atau beberapa gejala tersebut berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh ke dokter. Jangan hanya membeli obat tetes mata secara mandiri di apotek.

Penutup

Mata yang kerap berair tidak selalu menandakan kondisi mata dalam keadaan sehat. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut justru dapat menjadi tanda mata kering yang perlu mendapatkan perhatian. Jika keluhan berlangsung lebih dari dua minggu, segera periksakan mata ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 29 June 2026, 07:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri