Pegiat Lingkungan Dorong Pengurangan Plastik Sekali Pakai

plastik sekali pakai
Foto: Medcom.id
Table of Contents

Eskalasi geopolitik saat ini memberi tekanan pada rantai pasok yang bertumpu pada sektor ekstraktif, khususnya minyak bumi. Ketergantungan pada sektor tersebut nyatanya tidak hanya membebani ketahanan energi, tetapi juga merambat pada dunia industri produksi plastik sekali pakai, seperti diberitakan MetroTV News. Pegiat lingkungan dari Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi menilai gejolak geopolitik harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan pengurangan konsumsi plastik sekali pakai, mengingat minyak mentah merupakan komponen baku utama pembuatannya.

Sebagai respons pengendalian tingkat konsumen, Muharram menilai transisi menuju perilaku bebas plastik yang berkelanjutan dapat dimulai melalui langkah-langkah kecil. Langkah tersebut antara lain menolak penggunaan sedotan plastik dan kemasan styrofoam. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan wadah saat berbelanja makanan dan minuman. Menurut dia, apabila habituasi ini telah terbentuk, masyarakat dapat melangkah lebih jauh. Salah satunya dengan mengimplementasikan sistem pemilahan sampah mandiri di tingkat rumah tangga.

“Menolak penggunaan sedotan atau styrofoam bisa menjadi langkah awal yang mudah. Jika mulai terbiasa, kita bisa lakukan pemilahan sampah di rumah,” kata Muharram.

Biasakan Bawa Botol Minuman

Senada dengan hal tersebut, pegiat Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, menyoroti pergeseran perilaku konsumen dalam menekan penggunaan plastik sekali pakai. Menurutnya, upaya ini dapat dimulai dengan membiasakan diri membawa botol minuman saat bepergian. Selain itu, masyarakat juga dapat membawa wadah penyimpanan saat membeli bahan makanan basah di pasar. Menurut dia, adanya regulasi pelarangan kantong kresek oleh pemerintah daerah akan lebih membentuk kebiasaan masyarakat.

“Dengan banyak daerah yang melarang kresek, masyarakat juga terbiasa membawa tas belanja sendiri,” jelas Tiza.

Tiza juga menekankan pentingnya pergeseran pola perilaku belanja oleh masyarakat untuk meminimalkan penggunaan plastik. Hal ini terutama berlaku pada barang keperluan rumah tangga. Masyarakat diimbau untuk mulai memprioritaskan opsi layanan isi ulang. Selain itu, pembelian bumbu dapur secara curah tanpa kemasan plastik tambahan juga perlu dibiasakan.

Penutup

Upaya pengurangan plastik sekali pakai membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Perubahan perilaku konsumsi menjadi kunci utama dalam menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah plastik. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dapat tercapai.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 10 April 2026, 15:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri