Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya melakukan reformasi besar-besaran di sektor pendidikan, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional, seperti diberitakan MetroTV News. Pemerintahannya tengah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300 ribu unit dalam lima tahun ke depan.
“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah,” ujar Prabowo dalam dialog bertajuk “Presiden Prabowo Jawab Kritikan MBG, BOP Terkait Palestina & Nego Tarif Amerika Dengan Donald Trump”.
Renovasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran
Selain perbaikan fisik, pemerintah melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air. Prabowo mengatakan telah mendistribusikan lebih dari 288 ribu papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) sampai ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Presiden menjelaskan perangkat tersebut dilengkapi dengan materi pembelajaran. Materi ini dapat membantu siswa memahami pelajaran secara lebih interaktif.
“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” ujar dia.
Sistem Pengajaran Terpusat untuk Kualitas Guru
Prabowo mengungkapkan pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat. Sistem ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,” jelas dia.
Strategi Reformasi Pendidikan dan Human Capital
Presiden menegaskan reformasi pendidikan merupakan bagian dari strategi besar. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.
“Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas. Pendidikan juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penutup
Komitmen pemerintah dalam reformasi pendidikan menunjukkan langkah nyata untuk menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Upaya ini didukung oleh renovasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran sebagai fondasi utama.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, nasional, internasional, ekonomi, politik, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.