Jakarta – Sekitar 100 anggota Satpol PP DKI Jakarta mengikuti pelatihan public speaking dan komunikasi yang digagas oleh 1Langkah. Kegiatan ini berlangsung di Markas Komando (Mako) Satpol PP di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/04/2026).
Pelatihan ini bertujuan membekali anggota Satpol PP agar lebih efektif dalam berkomunikasi, sehingga mampu menjalin hubungan yang lebih baik dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meminimalisasi munculnya kasus viral bernuansa negatif terkait tindakan penegakan peraturan di lapangan.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan pentingnya menjaga citra institusi dari dampak pemberitaan negatif.
“Kasus-kasus yang viral namun berdampak negatif bagi Satpol PP harus dihindari, karena dapat merusak citra kesatuan yang telah dibangun,” ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu kejadian di Jalan Rasuna Said, Kuningan, ketika seorang ibu pedagang kaki lima menodongkan alat penghancur es kepada petugas saat penertiban, namun kemudian membangun narasi seolah dirinya menjadi korban.
“Kita ingin menegakkan Perda DKI Jakarta dengan baik, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hati nurani, karena yang kita hadapi umumnya adalah warga yang sedang berjuang mencari nafkah,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, 1Langkah hadir untuk membantu anggota Satpol PP memahami pentingnya komunikasi. Hal ini terutama di era digital yang serba cepat dan mudah memicu viralitas.
Penggagas program, Atta Ul Karim, memberikan apresiasi atas inisiatif Satpol PP DKI Jakarta.
“Ini adalah langkah yang tepat. Satpol PP DKI Jakarta ingin maju selangkah lebih baik. Saya yakin materi pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, jurnalis senior sekaligus pembicara, Andromeda Mercury, membagikan tips menghadapi perundungan dan serangan netizen, baik terhadap individu maupun institusi.
“Dalam waktu kurang dari 1×24 jam harus ada klarifikasi. Jika memang ada kesalahan, segera sampaikan permintaan maaf. Jika tidak, tetap berikan klarifikasi dengan bahasa yang teduh, menenangkan, dan tidak provokatif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa interaksi di kolom komentar diperbolehkan selama tidak emosional dan tidak berlebihan.
“Jika yang diserang adalah institusi, respons harus lebih hati-hati, namun tetap cepat. Membiarkan isu berkembang tanpa penanganan bisa membahayakan reputasi,” tambahnya.
Selain Andromeda Mercury, terdapat dua pembicara lain dalam kegiatan ini. Rudy Yesaya memaparkan materi tentang seni komunikasi efektif sebagai kunci sukses dalam berbicara dan memahami orang lain. Sementara itu, Ahmad Ghazali, praktisi di bidang Sumber Daya Manusia, menyampaikan materi tentang membangun karakter, mental tangguh, dan keberanian yang berlandaskan nurani.
Sementara itu, Sekretaris Satpol PP DKI Jakarta, Santoso, menyampaikan bahwa peserta pelatihan berasal dari berbagai lini.
“Peserta terdiri dari Kasatpol Kecamatan dan Kelurahan, anggota Linmas, serta staf di kantor pusat,” ungkapnya.
Penutup
Pelatihan komunikasi ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi Satpol PP DKI Jakarta dalam menghadapi tantangan era digital yang serba cepat. Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, anggota di lapangan dapat lebih bijak dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga citra institusi agar tetap positif di mata publik.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, pariwisata, teknologi, olahraga, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

