Kementerian Pariwisata menilai acara musik, ajang olahraga dan kegiatan kreatif bisa mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah, seperti diberitakan Antara News.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto bertemu Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani untuk membahas peluang pertumbuhan ekonomi baru. Pembahasan tersebut mencakup penguatan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional. Sektor yang dibahas meliputi penyelenggaraan kegiatan olahraga, konser musik, dan industri kreatif. Berbagai kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya di Jakarta mengatakan penyelenggaraan berbagai kegiatan dapat menjadi faktor penarik untuk mendatangkan wisatawan. Kegiatan tersebut meliputi konser musik, ajang olahraga, dan kegiatan kreatif.
“Tentu kegiatan itu bisa olahraga, bisa musik, bisa apa, itu adalah faktor penarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara,” kata Nia.
Kharisma Event Nusantara dan Wisata Musik
Kementerian Pariwisata selama ini juga mengembangkan berbagai kegiatan melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN). Program tersebut menjadi salah satu instrumen promosi destinasi wisata di berbagai daerah.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Mohammad Achir mengatakan tren music tourism atau pariwisata musik saat ini semakin banyak dibicarakan. Menurutnya, tren tersebut juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, kata Achir, telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI). Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas potensi pengembangan wisata berbasis konser musik di Indonesia. Pertemuan itu juga bertujuan menyerap masukan dari pelaku industri terkait peluang peningkatan kunjungan wisata melalui penyelenggaraan konser dan hiburan berskala besar.
Penguatan Sport Tourism dan Dukungan Event Internasional
Selain pariwisata musik, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan sport tourism (pariwisata olahraga). Pengembangan ini dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga yang mampu menarik peserta dan wisatawan ke suatu destinasi. Dia mencontohkan penyelenggaraan kegiatan lari di kawasan Mandalika hingga Geopark Run Series. Kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Secara konsep pariwisata masuk mendukung kunjungan terhadap geopark (taman bumi), tapi juga mengundang wisatawan yang menghidupkan ekonomi sekitar,” ujar Achir.
Kementerian Pariwisata juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi tersebut membahas berbagai aspek pendukung penyelenggaraan konser internasional, termasuk kemudahan perizinan dan visa bagi artis mancanegara. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan musik dan olahraga berskala nasional maupun internasional.
Penutup
Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan musik dan ajang olahraga sebagai daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain menjadi hiburan, berbagai kegiatan tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas pariwisata dan industri kreatif. Dengan dukungan berbagai pihak, penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional diharapkan semakin memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar pariwisata, ekonomi, pendidikan, olahraga, internasional, nasional, politik, kesehatan, teknologi, seni budaya, religi, dan otomotif di PakistanIndonesia.com.